1. Manusia dan Negara
Mengapa kita sebagai manusia
membentuk sebuah Negara? Jawabannya adalah karena kita
manusia. Manusia adalah adalah individu sekaligus makhluk social. Sebagai
makhluk individu manusia memiliki jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal
budi dan kehendak. Dengan akal budi dan kehendak inilah manusia memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya yaitu sandang, pangan, papan, kasih sayang, harga diri
dan sebagainya. Sebagai makhluk social manusia yang tidak dapat hidup sendiri,
dan memerlukan orang lain dalam hidupnya bahkan manusia adalah makhluk yang
diberi kekuatan untuk senantiasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan
sesamanya.
Berdasarkan teori terbentuknya
negara secara primer sesungguhnya negara terbentuk dari sekelompok
individusaling berinteraksi hingga membentuk keluarga, berlanjut membentuk
masyarakat dan suku-suku. Sampai disini manusia membentuk
persekutuan-persekutuan tersebut masih didorong oleh kebutuhan alamiah. Namun
manusia tidak berhenti sebatas kebutuhan semata akan tetapi terus berlanjut
menyentuh kepentingan yang mengakibatkan persekutuan-persekutuan tersebut
membentuk entitas masyarakat untuk mewujudkan kepentingan-kepentingannya dengan
membentuk negara.
Dengan kata lain Negara dibentuk
tidak hanya memenuhi kebutuhan semata tetapi juga untuk memenuhi
kepentingan-kepentingan manusia. Untuk memenuhi hal tersebut maka manusia
menunjuk atau mempercayakan sebagaian urusannya yang tidak mungkin dilakukannya
secara sendiri kepada wakil-wakil yang dipercaya atau pemimpin-pemimpinnya.
Pada zaman modern ini pemimpin-pemimpin tersebut menjelma sebagai presiden,
perdana menteri atau pimpinan-pimpinan lembaga-lembaga Negara.
2. Perkembangan Penduduk di Dunia
Perkembangan jumlah
penduduk dunia sangat erat kaitannya dengan perkembangan peradaban
manusia dalam berinteraksi dengan alam
sekitarnya. Ada tiga tahap perkembangan peradaban manusia hingga kini. Pertama,
zaman ketika manusia mulai mempergunakan alat-alat untuk menanggulangi
kehidupan. Kedua, zaman ketika manusia mulai mengembangkan usaha pertanian
menetap. Ketiga, zaman era dimulainya industrialisasi, yaitu sekitar
pertengahan abad ke-17 sesudah masehi.
Dalam kerangka kerja perkembangan
kebudayaan manusia itulah, beberapa tahapan atau periode sejarah pertumbuhan
penduduk dunia dirumuskan oleh para ahli. Angka pertama yang dikemukakan
mengenai jumlah penduduk dunia adalah 125.000 orang, yang hidup kira-kira satu
juta tahun yang lalu. Angka ini baru berkembang kira-kira satu juta orang
setelah mengalami proses pertumbuhan selama 700.000 tahun kemudian. Tingkat
pertumbuhan penduduk setiap tahun dalam era ini nyaris tidak berarti sama
sekali, yakni 0,000041 persen. Lambatnya pertumbuhan penduduk pada era ini
disebabkan karena tingginya tingkat kematian. Pertumbuhan penduduk terlihat meningkat
pada kira-kira 6000-9000 tahun yang lampau,ketika teknik bertani sudah dikenal
dan mulai menyebar dibeberapa bagian
dunia.
Pertumbuhan penduduk merupakan
salah satu faktor yang menjadi masalah sosial ekonomi pada umumnya karena
dengan bertambahnya penduduk maka otomatis harus bertambah pula persediaan
sandang pangan, kesempatan kerja, serta fasilitas umum, selain itu pertambahan
penduduk akan menimbulkan berbagai masalah seerti bertambahnya tingkat
penganguran,kemiskinan, anak putus sekolah yang dapat pula menimbulkan berbagai
kejahatan (kriminalitas).
3. Persebaran Penduduk di Dunia
Persebaran penduduk di dunia
berlangsung secara tidak merata. Hal ini disebabkan oleh 1) faktor lingkungan
dan 2) faktor sejarah.
1)
Faktor
lingkungan
a.
Iklim
Setiap
daerah memiliki iklim yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh unsur-unsurnya. Iklim
juga berpengaruh pada persebaran penduduk dunia. Iklim yang dingin meiliki
rintangan bagi kehidupan manusia dimana pada adaearah tersebut tidaka dapat
mengahsilkan/ memproduksi bahan pangan sebagai kebutuhan dasar bagi manusia. Namun,
daerah dingin dijadikan tempat camp militer dan tambang yang dianggap
strategis. Begitu juga dengan daerah dengan iklim tropik dimana hambatannya
berupa wabah penyakit namun daerah tropik merupakan daerah dengan penduduk yang
banyak dan padat.
b.
Kualitas
tanah dan sumberdaya mineral
Kualitas
tanah juga menjadi faktor menetukan penyebaran penduduk. Biasanya penduduk
terbanyak terdapat di daerah yang memiliki kualitas tanah yang baik, seperti di
tepi sungai dengan tanah alluvialnya dan pegunungan. Namun, daerah dengan
kualitas tanah yang buruk maka penduduknya akan jarang disana, seperti tanah
latosol yang tersebar di Amerika Latin dan Afrika.
c.
Hubungan transpor
Adanya
jalur transportasi memudahkan hubungan masyarakat seperti kebutuhan pangan,
komunikasi serta barang dan jasa. Dimana pusat kota dapat memasok kebutuhan
dengan mudah ke daerah pinggiran dan sebaliknya, sehingga dengan kemudahan
transpor tersebut terjadi penyebaran manusia.
2)
Faktor
kesejarahan
Kebijaksanaan
sosial mempengaruhi persebaran penduduk. Karena padatnya penduduk cenderung
pada usaha untuk pemeliharaan mereka itu, maka kebijaksanaan kemasyarakatan
yang lampaumembantu untuk menetukan kepadatan. Sebagai contoh, sebelum ibukota
Brazil dipindahkan ke Brazillia, Rio de Jenairo merupakan kota terpadat
penduduknya. Namaun berangsur berkurang karena adanya pemindahan ibukota dimana
masyarakat berbondong-bondong berpindah ke ibu kota baru Brazil.
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Penduduk
a.
Fertilitas
Merupakan
salah satu komponen pertumbuhan penduduk yang bersifat menambah jumlah
penduduk.
Faktor-faktor
penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
Ø Kawin pada usia
muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
Ø Anak dianggap
sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
Ø Anggapan bahwa
banyak anak banyak rejeki.
Ø Anak menjadi
kebanggaan bagi orang tua.
Ø Anggapan bahwa
penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak
laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor
pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat
kelahiran (anti natalitas), antara lain:
Ø Adanya program
keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
Ø Adanya ketentuan
batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki
minimal berusia 19 tahun.
Ø Anggapan anak
menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ø Adanya
pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan
hanya sampai anak ke – 2.
Ø Penundaaan kawin
sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
b.
Mortalitas
Merupakan
salah satu komponen pertumbuhan penduduk yang sifatnya mengurangi penduduk.
Faktor
pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor
ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini
adalah:
Ø Sarana kesehatan
yang kurang memadai.
Ø Rendahnya
kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
Ø Terjadinya
berbagai bencana alam
Ø Terjadinya
peperangan
Ø Terjadinya
kecelakaan lalu lintas dan industri
Ø
Tindakan
bunuh diri dan pembunuhan.
Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian
rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
Ø Lingkungan hidup
sehat.
Ø Fasilitas kesehatan
tersedia dengan lengkap.
Ø Ajaran agama
melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
Ø Tingkat
kesehatan masyarakat tinggi.
Ø Semakin tinggi
tingkat pendidikan penduduk.
c.
Migrasi
Faktor-faktor
terjadinya migrasi, yaitu :
Ø Persediaan
sumber daya alam
Pengertian
mengenai perubahan ini sangat penting dalam kaitannya dengan sumberdaya alam
yang tidak dapat diperbaharui, dan memang jenis sumberdaya inilah yang
seringkali dikhawatirkan akan segera punah.
Ø Lingkungan
social budaya
Subyek
utama dalam mengungkap permasalahan lingkungan hidup adalah manusia. Manusia
dan lingkungan hidup (alam) memiliki hubungan yang sangat erat. Keduanya saling
memberi dan menerima pengaruh satu sama lain. Pengaruh alam terhadap manusia
lebih bersifat pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif.
Ø Potensi ekonomi
Pertumbuhan
ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi
atau usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan
ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan
teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan keterampilan, penambahan
kemampuan berorganisasi, dan manajemen.
Ø Alat masa depan
Perlu
diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia
itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
5. Proyeksi dan Prediksi Penduduk Masa Datang
Pemerintah menggunakan hasil
proyeksi penduduk untuk merencanakan pembanguanan manusia, khususnya
perencanaan dan pembangunan program-program pendidikan. Dalam hal ini, hasil
proyeksi dipakai sebagai dasar perhitungan antara lain jumlah penduduk usia
sekolah pada jenjang pendidikan tertentu, jumlah guru yang dibutuhkan dan sebagainya. Dalam bidang kesehatan, hasil
proyeksi penduduk dipakai untuk mendapatkan perkiraan jumlah penduduk menurt
umur yang harus disediakan pelayanan kesehatan termasuk dokter, bidan,
obat-obatan dan peralatan ynag diperlukan. Dalam bidang pengendalian penduduk
hasil proyeksi sangat bermanfaat untuk mengendalikan arah dan laju pertumbuhan
penduduk dengan cara mengarahkan tren perkembangan fertilitas, mortalitas, dan
migrasi.
6. Bonus Demografi
Bonus demografi adalah keuntungan
ekonomis yang disebabkan oleh penurunan proporsi penduduk muda yang mengurangi
besarnya biaya investasi untuk pemenuhan kebutuhannya, sehingga sumber daya
dapat dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan
kesejahteraan keluarga.
Data proyeksi penduduk
menunjukkan bahwa Bonus Demografi di Indonesia diperkirakan terjadi pada
rentang waktu 2020 sampai dengan 2035. Pata tahun 2020-2030 Indonesia mengalami
windows of opportunity, namun setelah tahun 2030, Indosesia kemudian akan menghadapi
peningkatan pesat pada kelompok pendudukusia lanjut (65+), sehingga meningkat
kembali rasio ketergantungan.
Dampak Positif
Bonus Demografi bagi bangsa Indonesia:
Ø Indonesia
menjadi negara maju.
Ø Meningkatnya perekonomian di Indonesia.
Ø Menekan jumlah
tenaga kerja yang pengganguran.
Ø Ikut membantu
negara dalam membangun pembangunan di Indonesia.
Ø
Mengubah pola pikir para generasi penerus bangsa menjadi lebih kreatif dan
berinovasi.
Dampak Negatif Bonus Demografi bagi bangsa
Indonesia:
Ø Merosotnya
produktivitas nasional.
Ø Mudah
dipengaruhi oleh bangsa asing kepada generasi penerus.
Ø Gagal menjadi
negara maju.
Ø Semakin
meningkat jumlah pengangguran di Indonesia.
Ø Membebani
negara sehingga menghambat pembangunan di Indonesia
Referensi
Badan Pusat Statistik. 2013. Proyeksi penduduk
indonesia tahun 2010-2035. Jakarta : BPS
Heer, David M..1985. Masalah Kependudukan Di
Negara Berkembang. Jakarta : Bina Aksara.
Lembaga Demografi UI. 2010. Dasar-dasar Demografi.
Depok: Salemba Empat.
http://internasional.kompas.com/read/2013/06/15/10091516/Pertumbuhan.Penduduk.Dunia.Lampaui.Prediksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar