Rabu, 14 September 2016

Tugas 2 Geografi Sosial



1.      Manusia dan Negara

Mengapa kita sebagai manusia membentuk sebuah Negara? Jawabannya adalah karena kita manusia. Manusia adalah adalah individu sekaligus makhluk social. Sebagai makhluk individu manusia memiliki jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal budi dan kehendak. Dengan akal budi dan kehendak inilah manusia memenuhi kebutuhan-kebutuhannya yaitu sandang, pangan, papan, kasih sayang, harga diri dan sebagainya. Sebagai makhluk social manusia yang tidak dapat hidup sendiri, dan memerlukan orang lain dalam hidupnya bahkan manusia adalah makhluk yang diberi kekuatan untuk senantiasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesamanya.
Berdasarkan teori terbentuknya negara secara primer sesungguhnya negara terbentuk dari sekelompok individusaling berinteraksi hingga membentuk keluarga, berlanjut membentuk masyarakat dan suku-suku. Sampai disini  manusia membentuk persekutuan-persekutuan tersebut masih didorong oleh kebutuhan alamiah. Namun manusia tidak berhenti sebatas kebutuhan semata akan tetapi terus berlanjut menyentuh kepentingan yang mengakibatkan persekutuan-persekutuan tersebut membentuk entitas masyarakat untuk mewujudkan kepentingan-kepentingannya dengan membentuk negara.
Dengan kata lain Negara dibentuk tidak hanya memenuhi kebutuhan semata tetapi juga untuk memenuhi kepentingan-kepentingan manusia. Untuk memenuhi hal tersebut maka manusia menunjuk atau mempercayakan sebagaian urusannya yang tidak mungkin dilakukannya secara sendiri kepada wakil-wakil yang dipercaya atau pemimpin-pemimpinnya. Pada zaman modern ini pemimpin-pemimpin tersebut menjelma sebagai presiden, perdana menteri atau pimpinan-pimpinan lembaga-lembaga Negara.

2.      Perkembangan Penduduk di Dunia

Perkembangan  jumlah  penduduk dunia sangat erat kaitannya dengan perkembangan peradaban manusia  dalam berinteraksi dengan alam sekitarnya. Ada tiga tahap perkembangan peradaban manusia hingga kini. Pertama, zaman ketika manusia mulai mempergunakan alat-alat untuk menanggulangi kehidupan. Kedua, zaman ketika manusia mulai mengembangkan usaha pertanian menetap. Ketiga, zaman era dimulainya industrialisasi, yaitu sekitar pertengahan abad ke-17 sesudah masehi.
Dalam kerangka kerja perkembangan kebudayaan manusia itulah, beberapa tahapan atau periode sejarah pertumbuhan penduduk dunia dirumuskan oleh para ahli. Angka pertama yang dikemukakan mengenai jumlah penduduk dunia adalah 125.000 orang, yang hidup kira-kira satu juta tahun yang lalu. Angka ini baru berkembang kira-kira satu juta orang setelah mengalami proses pertumbuhan selama 700.000 tahun kemudian. Tingkat pertumbuhan penduduk setiap tahun dalam era ini nyaris tidak berarti sama sekali, yakni 0,000041 persen. Lambatnya pertumbuhan penduduk pada era ini disebabkan karena tingginya tingkat kematian. Pertumbuhan penduduk terlihat meningkat pada kira-kira 6000-9000 tahun yang lampau,ketika teknik bertani sudah dikenal dan mulai menyebar  dibeberapa bagian dunia.
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang menjadi masalah sosial ekonomi pada umumnya karena dengan bertambahnya penduduk maka otomatis harus bertambah pula persediaan sandang pangan, kesempatan kerja, serta fasilitas umum, selain itu pertambahan penduduk akan menimbulkan berbagai masalah seerti bertambahnya tingkat penganguran,kemiskinan, anak putus sekolah yang dapat pula menimbulkan berbagai kejahatan (kriminalitas).

3.      Persebaran Penduduk di Dunia

Persebaran penduduk di dunia berlangsung secara tidak merata. Hal ini disebabkan oleh 1) faktor lingkungan dan 2) faktor sejarah.
1)      Faktor lingkungan
a.       Iklim
Setiap daerah memiliki iklim yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh unsur-unsurnya. Iklim juga berpengaruh pada persebaran penduduk dunia. Iklim yang dingin meiliki rintangan bagi kehidupan manusia dimana pada adaearah tersebut tidaka dapat mengahsilkan/ memproduksi bahan pangan sebagai kebutuhan dasar bagi manusia. Namun, daerah dingin dijadikan tempat camp militer dan tambang yang dianggap strategis. Begitu juga dengan daerah dengan iklim tropik dimana hambatannya berupa wabah penyakit namun daerah tropik merupakan daerah dengan penduduk yang banyak dan padat.
b.      Kualitas tanah dan sumberdaya mineral
Kualitas tanah juga menjadi faktor menetukan penyebaran penduduk. Biasanya penduduk terbanyak terdapat di daerah yang memiliki kualitas tanah yang baik, seperti di tepi sungai dengan tanah alluvialnya dan pegunungan. Namun, daerah dengan kualitas tanah yang buruk maka penduduknya akan jarang disana, seperti tanah latosol yang tersebar di Amerika Latin dan Afrika.
c.        Hubungan transpor
Adanya jalur transportasi memudahkan hubungan masyarakat seperti kebutuhan pangan, komunikasi serta barang dan jasa. Dimana pusat kota dapat memasok kebutuhan dengan mudah ke daerah pinggiran dan sebaliknya, sehingga dengan kemudahan transpor tersebut terjadi penyebaran manusia.
2)      Faktor kesejarahan
Kebijaksanaan sosial mempengaruhi persebaran penduduk. Karena padatnya penduduk cenderung pada usaha untuk pemeliharaan mereka itu, maka kebijaksanaan kemasyarakatan yang lampaumembantu untuk menetukan kepadatan. Sebagai contoh, sebelum ibukota Brazil dipindahkan ke Brazillia, Rio de Jenairo merupakan kota terpadat penduduknya. Namaun berangsur berkurang karena adanya pemindahan ibukota dimana masyarakat berbondong-bondong berpindah ke ibu kota baru Brazil.

4.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Penduduk

a.       Fertilitas
Merupakan salah satu komponen pertumbuhan penduduk yang bersifat menambah jumlah penduduk.
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
Ø Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
Ø Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
Ø Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
Ø Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
Ø Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
Ø  Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
Ø  Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
Ø  Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ø  Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
Ø  Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
b.      Mortalitas
Merupakan salah satu komponen pertumbuhan penduduk yang sifatnya mengurangi penduduk.
Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
Ø Sarana kesehatan yang kurang memadai.
Ø Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
Ø Terjadinya berbagai bencana alam
Ø Terjadinya peperangan
Ø Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
Ø Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
Ø Lingkungan hidup sehat.
Ø Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
Ø Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
Ø Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
Ø Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
c.       Migrasi
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
Ø Persediaan sumber daya alam
Pengertian mengenai perubahan ini sangat penting dalam kaitannya dengan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui, dan memang jenis sumberdaya inilah yang seringkali dikhawatirkan akan segera punah.
Ø  Lingkungan social budaya
Subyek utama dalam mengungkap permasalahan lingkungan hidup adalah manusia. Manusia dan lingkungan hidup (alam) memiliki hubungan yang sangat erat. Keduanya saling memberi dan menerima pengaruh satu sama lain. Pengaruh alam terhadap manusia lebih bersifat pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif.
Ø Potensi ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi atau usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan keterampilan, penambahan kemampuan berorganisasi, dan manajemen.
Ø Alat masa depan
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.

5.      Proyeksi dan Prediksi Penduduk Masa Datang

Pemerintah menggunakan hasil proyeksi penduduk untuk merencanakan pembanguanan manusia, khususnya perencanaan dan pembangunan program-program pendidikan. Dalam hal ini, hasil proyeksi dipakai sebagai dasar perhitungan antara lain jumlah penduduk usia sekolah pada jenjang pendidikan tertentu, jumlah guru yang dibutuhkan  dan sebagainya. Dalam bidang kesehatan, hasil proyeksi penduduk dipakai untuk mendapatkan perkiraan jumlah penduduk menurt umur yang harus disediakan pelayanan kesehatan termasuk dokter, bidan, obat-obatan dan peralatan ynag diperlukan. Dalam bidang pengendalian penduduk hasil proyeksi sangat bermanfaat untuk mengendalikan arah dan laju pertumbuhan penduduk dengan cara mengarahkan tren perkembangan fertilitas, mortalitas, dan migrasi.



6.      Bonus Demografi

Bonus demografi adalah keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh penurunan proporsi penduduk muda yang mengurangi besarnya biaya investasi untuk pemenuhan kebutuhannya, sehingga sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Data proyeksi penduduk menunjukkan bahwa Bonus Demografi di Indonesia diperkirakan terjadi pada rentang waktu 2020 sampai dengan 2035. Pata tahun 2020-2030 Indonesia mengalami windows of opportunity, namun setelah tahun 2030, Indosesia kemudian akan menghadapi peningkatan pesat pada kelompok pendudukusia lanjut (65+), sehingga meningkat kembali rasio ketergantungan.
Dampak Positif Bonus Demografi bagi bangsa Indonesia:
Ø  Indonesia menjadi negara maju.
Ø   Meningkatnya perekonomian di Indonesia.
Ø  Menekan jumlah tenaga kerja yang pengganguran.
Ø  Ikut membantu negara dalam membangun pembangunan di  Indonesia.
Ø  Mengubah pola pikir para generasi penerus bangsa menjadi lebih kreatif dan berinovasi.
 Dampak Negatif Bonus Demografi bagi bangsa Indonesia:
Ø  Merosotnya produktivitas nasional.
Ø  Mudah dipengaruhi oleh bangsa asing kepada generasi penerus.
Ø  Gagal menjadi negara maju.
Ø  Semakin meningkat jumlah pengangguran di Indonesia.
Ø  Membebani negara sehingga menghambat pembangunan di Indonesia



Referensi
Badan Pusat Statistik. 2013. Proyeksi penduduk indonesia tahun 2010-2035. Jakarta : BPS
Heer, David M..1985. Masalah Kependudukan Di Negara Berkembang. Jakarta : Bina Aksara.
Lembaga Demografi UI. 2010. Dasar-dasar Demografi. Depok: Salemba Empat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar