Rabu, 07 September 2016

Tugas 1 Geografi Sosial


1.       Sejarah Bumi
Bumi merupakan salah satu planet dalam sistem tata surya yang diyakini terbentuk bersamaan dengan terbentuknya tata surya itu sendiri, yaitu sekitar 5.000 juta tahun yang lalu. Para ahli memperkirakan bahwa matahari terbentuk terlebih dahulu, sedangkan planet-planet termasuk bumi masih dalam wujud awan, debu, dan gas kosmis yang disebut nebula yang berputar mengelilingi matahari. Awan, debu, dan gas kosmis tersebut terus berputar dan pada akhirnya bersatu karena pengaruh gravitasi, kemudian mengelompok membentuk bulatan-bulatan bola besar disebut planet, termasuk di dalamnya Planet Bumi.
Bumi pada awalnya merupakan planet yang sangat panas, suhu permukaannya mencapai 4.000° C. Dalam jangka waktu jutaan tahun, suhu bumi kemudian turun dan mengakibatkan terjadinya pembekuan bagian permukaan bumi disebut kerak atau kulit bumi (litosfer), sedangkan bagian dalam Planet Bumi sampai saat ini masih dalam keadaan panas dan berpijar.
Teori-teori mengenai terbentuknya kulit bumi yang dikemukakan para ahli antara lain sebagai berikut.
a.       Teori Kontraksi (Contraction Theory)
Teori ini dikemukakan kali pertama oleh Descrates (1596–1650). Ia menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengerut disebabkan terjadinya proses pendinginan sehingga di bagian per- mukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran. Teori Kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). Keduanya berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan pada bagian dalam bumi yang mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut membentuk pegunungan dan lembah-lembah.
b.      Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)
Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub selatan bumi. Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan ke arah equator bumi sehingga pada akhirnya terpecah-pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan Amerika Utara, sedangkan Gondwana terpecah menjadi Afrika, Australia, dan Amerika Selatan. Teori Laurasia-Gondwana kali pertama dikemukakan oleh Edward Zuess pada 1884.
c.       Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)
Teori pengapungan benua dikemukakan oleh Alfred Wegener pada 1912. Ia menyatakan bahwa pada awalnya di bumi hanya ada satu benua maha besar disebut Pangea. Menurutnya benua tersebut kemudian terpecah-pecah dan terus mengalami perubahan melalui pergerakan dasar laut. Gerakan rotasi bumi yang sentripugal, mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah barat menuju ekuator. Teori ini didukung oleh bukti-bukti berupa kesamaan garis pantai Afrika bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur, serta adanya kesamaan batuan dan fosil di kedua daerah tersebut.
d.      Teori Konveksi (Convection Theory)
 Menurut Teori Konveksi yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess dan dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz, dikemukakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di atasnya. Ketika arus konveksi yang membawa materi berupa lava sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah samudra), lava tersebut akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru sehingga menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua. Bukti dari adanya kebenaran Teori Konveksi yaitu terdapatnya mid oceanic ridge, seperti mid Atlantic Ridge, dan Pasific-Atlantic Ridge di permukaan bumi. Bukti lainnya didasarkan pada penelitian umur dasar laut yang membuktikan semakin jauh dari punggung tengah samudra, umur batuan semakin tua. Artinya, terdapat gerakan yang berasal dari mid oceanic ridge ke arah yang berlawanan disebabkan oleh adanya arus konveksi dari lapisan di bawah kulit bumi.
e.       Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Theory)
Teori Lempeng Tektonik dikemukakan oleh Tozo Wilson. Berdasarkan Teori Lempeng Tektonik, kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer yang berwujud cair kental. Lempeng- lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena adanya pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer dengan posisi berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.
Berdasarkan arahnya, gerakan lempeng-lempeng tektonik dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
a)      Konvergensi, yaitu gerakan saling bertumbukan antarlempeng tektonik. Tumbukan antarlempeng tektonik dapat berupa tumbukan antara lempeng benua dan benua, atau antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra.Zona atau tempat terjadinya tumbukan antara lempeng tektonik benua dan benua disebut zona konvergen. Contohnya tumbukan antara lempeng India dan lempeng benua Eurasia yang menghasilkan terbentuknya pegunungan lipatan muda Himalaya dan merupakan pegunungan tertinggi di dunia dengan puncak tertingginya, Mount Everest.
b)      Divergensi, yaitu gerakan saling menjauh antarlempeng tektonik, contohnya gerakan saling menjauh antara lempeng Afrika dan Amerika bagian selatan. Zona berupa jalur tempat berpisahnya lempeng-lempeng tektonik disebut zona divergen (zona sebar pisah). 3) Sesar Mendatar (Transform), yaitu gerakan saling bergesekan (berlawanan arah) antarlempeng tektonik. Contohnya gesekan antara lempeng Samudra Pasifik dan lempeng daratan Amerika Utara yang mengakibatkan terbentuknya Sesar San Andreas yang membentang sepanjang kurang lebih 1.200 km dari San Francisco di utara sampai Los Angeles di selatan Amerika Serikat. Zona berupa jalur tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik disebut Zona Sesar Mendatar (zona transform).

2  2.  Asal Usul Manusia
a.       Menurut Teori Evolusi
Teori evolusi ini dipelopori oleh seorang ahli zoologi bernama Charles Robert Darwin (1809-1882). Dalam teorinya ia mengatakan : "Suatu benda (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak sempurna menuju kepada kesempurnaan". Kemudian ia memperluas teorinya ini hingga sampai kepada asal-usul manusia.
Di dalam teorinya Darwin berpendapat bahwa manusia berasal dari perkembangan makhluk sejenis kera yang sederhana kemudian berkembang menjadi hewan kera tingkat tinggi sampai akhirnya menjadi manusia. Makhluk yang tertua yang ditemukan dengan bentuk mirip manusia adalah Australopithecus yang diperkirakan umurnya antara 350.000 - 1.000.000 tahun dengan ukuran otak sekitar 450 - 1450 cm3.
b.      Menurut Agama Islam
Dalam Surah Al-Hajj ayat 5 dijelaskan bahwa,“……Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya….”
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan proses kejadian manusia di dalam rahim ibunya dan kehidupan manusia setelah ia lahir sampai mati.

3  3.  Manusia dan Kebudayaan serta Faktor yang Mempengaruhinya
a.       Definisi Masyarakat
Masyarakat dapat diartikan sebagai kelompok manusia yang anggotanya satu sama lain berhubungan erat dan memiliki hubungan timbal balik. Anggota masyarakat biasanya memiliki kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan tertentu yang sama dan seluruhnya menciptakan ciri tersendiri bagi masyarakat tertentu. Suatu negara, kota atau desa memiliki empat ciri dalam masyarakatnya, yaitu interaksi antar warga; adat istiadat;norma, hukum yang mengatur pola tingkah laku warga ; kontinuitas dalam waktu; rasa identitas yang kuat yang mengikat semua warga. Berdasarkan ciri tersebut maka ada yang disebut dengan masyarakat Bali, masyarakat Minangkabau dan sebagainya.
b.      Kebudayaan
Proses-proses yang terjadi dalam kebudayaan
a)      Internalisasi
Merupakan suatu proses pengenalan dan pembelajaran yang berlangsung sepanjang hidup seorang individu dari lahir sampai ke liang lahat.
Proses internalisasi selalu mengacu pada pembentukan dan perubahan dalam kepribadian dan jati diri seseorang sebagai hasil interaksi dengan individu lain dengan dunia luar.
b)      Sosialisasi
Adalah proses dimana seorang anggota masyarakat berperilaku sesuai dengan aturan-aturan atau tleransi yang telah melembaga dan didukung masyarakat. Kalau dalam proses internalisasi, penekanan terletak pada individu maka dalam sosialisasi yang ditekankan adalah pada perilaku individu yang harus sesuai dengan kelembagaan yang ada dalam masyarakat. Dengan kata lain seorang individu dalam rangka bersosialisasi akan belajar dan menyesuaikan dirinya dengan adat istiadat, sistem norma dan peraturan yang ada dan hidup dalam kebudayaan
c)      Enkulterasi
Merupakan suatu proses yang dialami anggota suatu masyarakat dalam mempelajari suatu budaya atau adat istiadat yang duduk dalam kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.
c.       Penyebaran Manusia dan Kebudayaan
Proses difusi: Difusi berasal dari bahasa Inggris yang artinya “menyebarkan”. Ilmu Paleoantropologi mempekirakan bahwa daerah savana beriklim tropis Afrika Timur merupakan daerah yang menyebarkan manusia pertama, manusia purba. Penyebaran manusia ini memungkinkan dengan proses pengembangbiakan, migrasi, serta adaptasi fisik dan sosial budaya yang berlangsung beratus-ratus tahun lamanya.
d.      Akulturasi
Merupakan suatu konsep mengenai proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsusur-unsur suatu kebudayaan asing itu lambat – laun diterima dan diolah kedalam budaya sendiri, tanpa menyebabkan kehilangan kepribadian dari kebudayaan penerima tersebut.

4  4.   Aktivitas Manusia dalam Ruang
Aktivitas manusia merupakan respon hasil adaptasi pada ruang atau produk, kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap setiap kondisi atau situasi lingkungan yang selalu berubah. Begitupun halnya dengan peradaban manusia ditandai oleh tingkat kemajuan dan tingkat budayanya sebagai refleksi akal budi dari inti budayanya (cultural core).
Kegiatan ekonomi merupakan pola kebudayaan yang mudah dikenali karena dipengaruhi oleh kondisi alam. Realisasinya adalah jenis kehidupan (genre de vie) berupa mata pencaharian bercorak khas sesuai dengan kemampuan manusia beradaptasi dengan tata geografi daerahnyya.
Pengertian adaptasi aktvitas manusia  yaitu kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap setiap kondisi atau situasi lingkungan yangn tidak statis. Manusia menjadi lebih berhasil (survive) apabila mampu beradaptasi dalam memanfaatkan unsur-unsur lingkungan hidupnya.
a.       Genre de Vie dan tata geografis
Aktivitas manusia merespon atau memanfaatkan alam merupakan salah satu pola kebudayaan yang tidak sama pada antar ruang. Bila kita kaitkan dengan kegiatan ekonomi yang dinamakan kegiatan mata pencaharian (Genre de Vie) merupakan usaha meningkatkan taraf hidup layak yang dipengaruhi oleh tata geografinya.
Jenis penghidupan awal manusia adalah mata pencaharian utama (fundamental occupation), diketahui makin bertambah banyak macam dan ragamnya karena mengalami perubahan dan berkembang dari waktu ke waktu secara alami di pengaruhi oleh tata geografinya yan tidak stagnan.  Tata geografi mencakup unsur fisik yang berpengaruh terhadap jenis kehidupan terutama adalah cuaca, air, relief, tanah, topografi, dan unsur biotik. Demikian pula letak, luas, bentuk, dan batas alam suatu wilayah yang berengaruh terhadap unsur biotik, yakni fauna, flora, dan aktivitas  manusia.
b.      Bidang Kegiatan Ekonomi
Menurut Alexander (1963) aktivitas ekonomi manusia mengalami perkembangan sesuai dinamika keruangan. Aktivitas manusia dalam perkembangannya pada kajian ini dibedakan menjadi dua kelompok yakni, aktivitas ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sendiri yang disebut subsistence dan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pasar disebut commercial.  Aktivitas gathering menginspirasi munculnya budaya memelihara ternak, pertanian, bertani biji-bijian, maupun jenis tanaman pertanian lain.
Kegiatan ekonomi manusia oleh Wheller dan Muller (1981); Rosenberg (2007) dikelompokkan atas dasar prioritas manusia dalam mencukupi kebutuhan hidup keseharian, dijelaskan seperti berikut :
a)      Primary Activities
Primary Activities yang mencakup pertanian, pemanfaatan dan pengambilan sumber daya ( agriculture, resource extaction), perburuan ( hunnting ), perikanan atau fishing, dan pengumpulan atau gathering. Kegiatan ini manusia berhubungan landsung dengan alam.
b)      Secondary Activities
Secondary Activities adalah kegiatan yang mengolah, mengubah, merakit atau dengan kata lain membuat barang yang bervariasi, mulai dari kerajinan tangan sampai kegiatan perakitan mobil secara besar-besaran dengan sistem ban berjalan. Kegiatan tersebut mencakup perpabrikan atau manufacturing yang meliputi pembuatan atau fabricating, perakitan atau assembling, pembangunan atau contruction, utilitas energi, pembuatan kapal dan galangan kapal.
c)      Tertiary Activities
sektor tersier  ekonomi adalah industri jasa yakni memberikan layanan pada pelanggan mudah mendapatkan barang-barang yang dikehendaki. Kegiatan ini mencakup perdagangan eceran atau retailing maupun grosir, dan pelayanan (jasa) atau services yang mendapatkan upah atau gaji.
d)     Quaternary Activities
merupakan sektor kegiatan yang terdiri dari kegiatan intelektual yakni berhubungan dengan sektor ini meliputi pemerintah, budaya, perpustakaan, penelitian ilmiah, pendidikan, dan teknologi informasi yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat.

c.       Infrastruktur : Space and Network
Untuk meningkatkan perkembangan kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi harus ditunjang oleh prasana (infrastruktur).

Sumber :
Banowati, Eva. 2013. Geografi Sosial. Yogyakarta : Ombak ( Anggota IKAPI )
Hartono. 2007. Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen    
Pendidikan Nasional
Rangkuti, Sofia. 2011. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia: Teori dan Konsep. Jakarta:
PT. Dian Rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar