1. Sejarah Bumi
Bumi merupakan salah satu planet dalam sistem tata
surya yang diyakini terbentuk bersamaan dengan terbentuknya tata surya itu
sendiri, yaitu sekitar 5.000 juta tahun yang lalu. Para ahli memperkirakan
bahwa matahari terbentuk terlebih dahulu, sedangkan planet-planet termasuk bumi
masih dalam wujud awan, debu, dan gas kosmis yang disebut nebula yang berputar
mengelilingi matahari. Awan, debu, dan gas kosmis tersebut terus berputar dan
pada akhirnya bersatu karena pengaruh gravitasi, kemudian mengelompok membentuk
bulatan-bulatan bola besar disebut planet, termasuk di dalamnya Planet Bumi.
Bumi pada awalnya merupakan planet yang sangat
panas, suhu permukaannya mencapai 4.000° C. Dalam jangka waktu jutaan tahun,
suhu bumi kemudian turun dan mengakibatkan terjadinya pembekuan bagian
permukaan bumi disebut kerak atau kulit bumi (litosfer), sedangkan bagian dalam
Planet Bumi sampai saat ini masih dalam keadaan panas dan berpijar.
Teori-teori mengenai terbentuknya kulit bumi yang
dikemukakan para ahli antara lain sebagai berikut.
a.
Teori
Kontraksi (Contraction Theory)
Teori ini
dikemukakan kali pertama oleh Descrates (1596–1650). Ia menyatakan bahwa bumi
semakin lama semakin susut dan mengerut disebabkan terjadinya proses
pendinginan sehingga di bagian per- mukaannya terbentuk relief berupa gunung,
lembah, dan dataran. Teori Kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan
Elie de Baumant (1852). Keduanya berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan
karena terjadi proses pendinginan pada bagian dalam bumi yang mengakibatkan
bagian permukaan bumi mengerut membentuk pegunungan dan lembah-lembah.
b.
Teori Dua
Benua (Laurasia-Gondwana Theory)
Teori ini
menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar,
yaitu Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub selatan
bumi. Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan ke arah equator bumi
sehingga pada akhirnya terpecah-pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil.
Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan Amerika Utara, sedangkan Gondwana
terpecah menjadi Afrika, Australia, dan Amerika Selatan. Teori
Laurasia-Gondwana kali pertama dikemukakan oleh Edward Zuess pada 1884.
c.
Teori
Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)
Teori
pengapungan benua dikemukakan oleh Alfred Wegener pada 1912. Ia menyatakan
bahwa pada awalnya di bumi hanya ada satu benua maha besar disebut Pangea.
Menurutnya benua tersebut kemudian terpecah-pecah dan terus mengalami perubahan
melalui pergerakan dasar laut. Gerakan rotasi bumi yang sentripugal,
mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah barat menuju ekuator.
Teori ini didukung oleh bukti-bukti berupa kesamaan garis pantai Afrika bagian
barat dengan Amerika Selatan bagian timur, serta adanya kesamaan batuan dan
fosil di kedua daerah tersebut.
d.
Teori Konveksi
(Convection Theory)
Menurut Teori Konveksi yang dikemukakan oleh
Arthur Holmes dan Harry H. Hess dan dikembangkan lebih lanjut oleh Robert
Diesz, dikemukakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan
berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di
atasnya. Ketika arus konveksi yang membawa materi berupa lava sampai ke
permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah samudra), lava tersebut
akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru sehingga menggeser dan
menggantikan kulit bumi yang lebih tua. Bukti dari adanya kebenaran Teori
Konveksi yaitu terdapatnya mid oceanic ridge, seperti mid Atlantic Ridge, dan
Pasific-Atlantic Ridge di permukaan bumi. Bukti lainnya didasarkan pada
penelitian umur dasar laut yang membuktikan semakin jauh dari punggung tengah
samudra, umur batuan semakin tua. Artinya, terdapat gerakan yang berasal dari
mid oceanic ridge ke arah yang berlawanan disebabkan oleh adanya arus konveksi
dari lapisan di bawah kulit bumi.
e.
Teori Lempeng
Tektonik (Tectonic Plate Theory)
Teori Lempeng Tektonik
dikemukakan oleh Tozo Wilson. Berdasarkan Teori Lempeng Tektonik, kulit bumi
terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer
yang berwujud cair kental. Lempeng- lempeng tektonik pembentuk kulit bumi
selalu bergerak karena adanya pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan
astenosfer dengan posisi berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.
Berdasarkan arahnya, gerakan lempeng-lempeng
tektonik dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
a)
Konvergensi,
yaitu gerakan saling bertumbukan antarlempeng tektonik. Tumbukan antarlempeng
tektonik dapat berupa tumbukan antara lempeng benua dan benua, atau antara
lempeng benua dan lempeng dasar samudra.Zona atau tempat terjadinya tumbukan antara
lempeng tektonik benua dan benua disebut zona konvergen. Contohnya tumbukan
antara lempeng India dan lempeng benua Eurasia yang menghasilkan terbentuknya
pegunungan lipatan muda Himalaya dan merupakan pegunungan tertinggi di dunia
dengan puncak tertingginya, Mount Everest.
b)
Divergensi,
yaitu gerakan saling menjauh antarlempeng tektonik, contohnya gerakan saling
menjauh antara lempeng Afrika dan Amerika bagian selatan. Zona berupa jalur
tempat berpisahnya lempeng-lempeng tektonik disebut zona divergen (zona sebar
pisah). 3) Sesar Mendatar (Transform), yaitu gerakan saling bergesekan
(berlawanan arah) antarlempeng tektonik. Contohnya gesekan antara lempeng
Samudra Pasifik dan lempeng daratan Amerika Utara yang mengakibatkan
terbentuknya Sesar San Andreas yang membentang sepanjang kurang lebih 1.200 km
dari San Francisco di utara sampai Los Angeles di selatan Amerika Serikat. Zona
berupa jalur tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik disebut Zona Sesar
Mendatar (zona transform).
2 2. Asal Usul Manusia
a.
Menurut Teori
Evolusi
Teori evolusi ini dipelopori oleh seorang ahli
zoologi bernama Charles Robert Darwin (1809-1882). Dalam teorinya ia mengatakan
: "Suatu benda (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak sempurna
menuju kepada kesempurnaan". Kemudian ia memperluas teorinya ini
hingga sampai kepada asal-usul manusia.
Di dalam teorinya Darwin berpendapat bahwa manusia
berasal dari perkembangan makhluk sejenis kera yang sederhana kemudian
berkembang menjadi hewan kera tingkat tinggi sampai akhirnya menjadi manusia.
Makhluk yang tertua yang ditemukan dengan bentuk mirip manusia adalah
Australopithecus yang diperkirakan umurnya antara 350.000 - 1.000.000 tahun
dengan ukuran otak sekitar 450 - 1450 cm3.
b.
Menurut Agama
Islam
Dalam Surah
Al-Hajj ayat 5 dijelaskan bahwa,“……Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari
tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari
segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami
jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki
sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi,
kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di
antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan
umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang
dahulunya telah diketahuinya….”
Pada ayat ini
Allah SWT menerangkan proses kejadian manusia di dalam rahim ibunya dan
kehidupan manusia setelah ia lahir sampai mati.
3 3. Manusia dan Kebudayaan serta Faktor
yang Mempengaruhinya
a.
Definisi Masyarakat
Masyarakat
dapat diartikan sebagai kelompok manusia yang anggotanya satu sama lain
berhubungan erat dan memiliki hubungan timbal balik. Anggota masyarakat
biasanya memiliki kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan tertentu yang sama dan
seluruhnya menciptakan ciri tersendiri bagi masyarakat tertentu. Suatu negara,
kota atau desa memiliki empat ciri dalam masyarakatnya, yaitu interaksi antar
warga; adat istiadat;norma, hukum yang mengatur pola tingkah laku warga ;
kontinuitas dalam waktu; rasa identitas yang kuat yang mengikat semua warga.
Berdasarkan ciri tersebut maka ada yang disebut dengan masyarakat Bali,
masyarakat Minangkabau dan sebagainya.
b.
Kebudayaan
Proses-proses
yang terjadi dalam kebudayaan
a)
Internalisasi
Merupakan
suatu proses pengenalan dan pembelajaran yang berlangsung sepanjang hidup
seorang individu dari lahir sampai ke liang lahat.
Proses
internalisasi selalu mengacu pada pembentukan dan perubahan dalam kepribadian
dan jati diri seseorang sebagai hasil interaksi dengan individu lain dengan
dunia luar.
b)
Sosialisasi
Adalah proses
dimana seorang anggota masyarakat berperilaku sesuai dengan aturan-aturan atau
tleransi yang telah melembaga dan didukung masyarakat. Kalau dalam proses
internalisasi, penekanan terletak pada individu maka dalam sosialisasi yang
ditekankan adalah pada perilaku individu yang harus sesuai dengan kelembagaan
yang ada dalam masyarakat. Dengan kata lain seorang individu dalam rangka
bersosialisasi akan belajar dan menyesuaikan dirinya dengan adat istiadat,
sistem norma dan peraturan yang ada dan hidup dalam kebudayaan
c)
Enkulterasi
Merupakan
suatu proses yang dialami anggota suatu masyarakat dalam mempelajari suatu
budaya atau adat istiadat yang duduk dalam kebudayaan masyarakat yang
bersangkutan.
c.
Penyebaran
Manusia dan Kebudayaan
Proses difusi:
Difusi berasal dari bahasa Inggris yang artinya “menyebarkan”. Ilmu
Paleoantropologi mempekirakan bahwa daerah savana beriklim tropis Afrika Timur
merupakan daerah yang menyebarkan manusia pertama, manusia purba. Penyebaran
manusia ini memungkinkan dengan proses pengembangbiakan, migrasi, serta
adaptasi fisik dan sosial budaya yang berlangsung beratus-ratus tahun lamanya.
d.
Akulturasi
Merupakan
suatu konsep mengenai proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia
dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu
kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsusur-unsur suatu kebudayaan asing itu
lambat – laun diterima dan diolah kedalam budaya sendiri, tanpa menyebabkan
kehilangan kepribadian dari kebudayaan penerima tersebut.
4 4. Aktivitas Manusia dalam Ruang
Aktivitas manusia merupakan respon hasil adaptasi
pada ruang atau produk, kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap setiap
kondisi atau situasi lingkungan yang selalu berubah. Begitupun halnya dengan
peradaban manusia ditandai oleh tingkat kemajuan dan tingkat budayanya sebagai
refleksi akal budi dari inti budayanya (cultural core).
Kegiatan ekonomi merupakan pola kebudayaan yang
mudah dikenali karena dipengaruhi oleh kondisi alam. Realisasinya adalah jenis
kehidupan (genre de vie) berupa mata pencaharian bercorak khas sesuai dengan kemampuan
manusia beradaptasi dengan tata geografi daerahnyya.
Pengertian adaptasi aktvitas manusia yaitu kemampuan untuk menyesuaikan diri
terhadap setiap kondisi atau situasi lingkungan yangn tidak statis. Manusia
menjadi lebih berhasil (survive) apabila mampu beradaptasi dalam memanfaatkan
unsur-unsur lingkungan hidupnya.
a.
Genre de Vie
dan tata geografis
Aktivitas
manusia merespon atau memanfaatkan alam merupakan salah satu pola kebudayaan
yang tidak sama pada antar ruang. Bila kita kaitkan dengan kegiatan ekonomi
yang dinamakan kegiatan mata pencaharian (Genre de Vie) merupakan usaha meningkatkan
taraf hidup layak yang dipengaruhi oleh tata geografinya.
Jenis
penghidupan awal manusia adalah mata pencaharian utama (fundamental
occupation), diketahui makin bertambah banyak macam dan ragamnya karena
mengalami perubahan dan berkembang dari waktu ke waktu secara alami di
pengaruhi oleh tata geografinya yan tidak stagnan. Tata geografi mencakup unsur fisik yang
berpengaruh terhadap jenis kehidupan terutama adalah cuaca, air, relief, tanah,
topografi, dan unsur biotik. Demikian pula letak, luas, bentuk, dan batas alam
suatu wilayah yang berengaruh terhadap unsur biotik, yakni fauna, flora, dan
aktivitas manusia.
b.
Bidang
Kegiatan Ekonomi
Menurut
Alexander (1963) aktivitas ekonomi manusia mengalami perkembangan sesuai
dinamika keruangan. Aktivitas manusia dalam perkembangannya pada kajian ini
dibedakan menjadi dua kelompok yakni, aktivitas ekonomi untuk memenuhi
kebutuhan sendiri yang disebut subsistence dan aktivitas untuk memenuhi
kebutuhan pasar disebut commercial.
Aktivitas gathering menginspirasi munculnya budaya memelihara ternak,
pertanian, bertani biji-bijian, maupun jenis tanaman pertanian lain.
Kegiatan
ekonomi manusia oleh Wheller dan Muller (1981); Rosenberg (2007) dikelompokkan
atas dasar prioritas manusia dalam mencukupi kebutuhan hidup keseharian,
dijelaskan seperti berikut :
a)
Primary
Activities
Primary
Activities yang mencakup pertanian, pemanfaatan dan pengambilan sumber daya (
agriculture, resource extaction), perburuan ( hunnting ), perikanan atau
fishing, dan pengumpulan atau gathering. Kegiatan ini manusia berhubungan
landsung dengan alam.
b)
Secondary
Activities
Secondary
Activities adalah kegiatan yang mengolah, mengubah, merakit atau dengan kata
lain membuat barang yang bervariasi, mulai dari kerajinan tangan sampai
kegiatan perakitan mobil secara besar-besaran dengan sistem ban berjalan.
Kegiatan tersebut mencakup perpabrikan atau manufacturing yang meliputi
pembuatan atau fabricating, perakitan atau assembling, pembangunan atau
contruction, utilitas energi, pembuatan kapal dan galangan kapal.
c)
Tertiary
Activities
sektor
tersier ekonomi adalah industri jasa
yakni memberikan layanan pada pelanggan mudah mendapatkan barang-barang yang
dikehendaki. Kegiatan ini mencakup perdagangan eceran atau retailing maupun
grosir, dan pelayanan (jasa) atau services yang mendapatkan upah atau gaji.
d)
Quaternary
Activities
merupakan
sektor kegiatan yang terdiri dari kegiatan intelektual yakni berhubungan dengan
sektor ini meliputi pemerintah, budaya, perpustakaan, penelitian ilmiah,
pendidikan, dan teknologi informasi yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat.
c.
Infrastruktur
: Space and Network
Untuk meningkatkan
perkembangan kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi harus ditunjang oleh prasana
(infrastruktur).
Sumber :
Banowati, Eva. 2013. Geografi
Sosial. Yogyakarta : Ombak ( Anggota IKAPI )
Hartono. 2007. Jelajah Bumi dan
Alam Semesta. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional
Rangkuti, Sofia. 2011. Manusia dan
Kebudayaan di Indonesia: Teori dan Konsep. Jakarta:
PT. Dian Rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar